Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

Kok berat Badannya tak Naik-naik?

SEBAGAI orang tua tentu khawatir melihat tubuh si buah hati yang lebih kurus dibanding bayi dan balita seusianya.Padahal, rasanya segala cara untuk menikkan berat badan sudah dilakukan, tetapi tetap saja berat badan si kecil sulit sekali naik.

Bila berat badan tidak naik sesuai standar yang ada, terutama pada bayi di bawah usia tiga tahun, haruslah kita cari penyebabnya.Tetapi yang perlu diingat,ada beberapa anak memang berperawakan kecil, dan bukan berarti dia kekurangan gizi.

Pada usia di atas satu tahun, bila melihat kurva pertumbuhan anak normal memang akan ada perlambatan pertumbuhan yang ditandai dengan berat badan tak terlalu banyak naik.

Kemungkina lain selain keturunan adalah anak memiliki constitutional growth delay.Keadaan ini terjadi pada anak yang perawakannya kecil pada masa kanak-kanakdan sebelum pubertas.Tetapi mereka akan melesat pertumbuhannya saat pubertas nanti.

Kebanyakan, berat badan anak tak naik karena memang mereka tak mendapat nutrisi cukup.Mungkin mereka terlalu banyak mengemil atau terlalu pemilih.Pastikan mereka mendapat makanan yang tinggi kalori dan kaya nutrisi.Pertama-tama Anda harus membiasakan anak dengan pola makan sehat.

Jika dia berusia balita, biasakan anak rutin makan tiga kali sehari dengan tiga jenis cemilan tiap harinya.Tawarkan makanan tinggi kalori dan tambahan lemak pada makanan si kecil seperti krim, mentega, margarin, minyak.

Pada bayi yang masih minum susu formula, salah satu caranya adalah dengan menambahkan jumlah takaran susu agar lebih kental, namun konsultasikan terlebih dahulu pada dokter Anda.

Kurangi minuman bercita rasa, pilihlah minuman yang tinggi kalori.Tambahkan menu daging-dagingan atau alternatifnya seperti keju atau kacang kedelai.Berikan makanan dan minuman suplemen bernutrisi tinggi.Berikan suplemen mineral dan vitamin.


sumber : harian METRO
12 Januari 2012,hal.15

Sahabat, Berdampak Positif juga Negatif

SETIDAKNYA,sebuah persahabatan yang dijalani anak-anak,pastinya berpengaruh terhadap kehidupan mereka kini ataupun nanti.Sedikit ataupun banyak, pengaruh sahabat ini memberi kan kontribusi bagi perkembangan dan pertumbuhan mental dan karakter anak-anak.


Sebagai orang tua, banyak hal bisa Anda lakukan untuk membuat hubungan persahabatan anak Anda menjadi lebih positif dan pastinya bermanfaat.


Jangan khawatir bila anak Anda hanya memiliki satu atau dua orang sahabat.Karena faktanya, tak semua anak yang memiliki banyak sahabat, berperilaku baik.Meski demikian, bila anak-anak Anda memiliki banyak ataupun sedikit sahabat, sebaiknya Anda juga mengenal sahabat anak Anda.


Masalah terbesar yang biasanya dihadapi para orang tua adalah, mereka tak bisa mencegah dan mengatur anak-anaknya saat sedang bersama sahabat mereka, bahkan kerap kali orang tua tak perduli dengan apa yang anak-anak mereka lakukan saat sedang berkumpul dengan sahabatnya.


Hal ini menjadi dilema buat para orang tua, di satu sisi orang tua tak pernah bisa mengawasi ataupun membatasi anak-anak mereka untuk bersahabat dengan siapa saja, di sisi lain orang tua sangat khawatir jika persahabatan itu bisa membawa dampak buruk terhadap anak mereka.


Disinilah orang tua perlu menyelami bahkan jika dimungkinkan masuk dalam area persahabatan anak-anak agar orang tua bisa berkontribusi untuk mengarahkan perilaku dan aktifitas yang akan mereka lakukan.


Sesekali Anda bisa mengundang sahabat-sahabat anak mereka datang ke rumah Anda untuk sekedar bercengkrama atau mungkin menggelar acara yang sederhana.


Tunjukkan bahwa Anda tertarik dengan aktifitas mereka.Jangan sungkan bertanya jika aktifitas mereka terasa asing di mata Anda.Orang tua juga bisa memberikan masukan atau pendapat jika memang diperlukan.


Anda juga perlu melakukan pendekatan dengan anak Anda jika Anda mencium gelagat yang tak baik mengenai perilaku anak Anda ataupun sahabat-sahabatnya.


Cara yang paling direkomendasikan salah satunya adalah jangan pernah mengkritik, memarahi atau meneriaki anak Anda di depan teman-temannya, seberapapun Anda kesal dengan perilaku anak Anda.


Karena hal ini bisa berimbas pada pola pikir dan pembentukan karakternya kelak.Namun bukan berarti Anda tak boleh mengajarkan hal yang benar pada anak Anda, hanya saja gunakan bahasa dan cara yang santun dalam mendidiknya.


Anda harus belajar lebih banyak tentang anak-anak Anda.Tunjukkan pada mereka bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara dan contoh yang baik pula.




sumber : Harian METRO
12 Januari 2012,hal. 15